Sabtu, 03 Oktober 2020

FISIOLOGI TUMBUHAN (SAINS, TEKHNOLOGI DAN MASYARAKAT)

Irigasi ekstensif di wiayah kering menyebabkan garam terakumulasi dalam tanah. (ketika air menguap, garam tertinggal dan tertumpuk di tanah) Berdasarkan yang telah anda pelajari, tentang keseimbangan air dalam sel tumbuhan, mengapa salinitas (kadar garam) tanah yang meningkat akan membahayakan tanaman budidaya? Ajukan cara cara untuk meminimalkan kerusakan. Biaya apa yang harus di keluarkan untuk solusi anda?
Jawab :
Salinitas tanaman menekan proses pertumbuhan tanaman dengan efek menghambat pembesaran dan pembelahan sel produksi protein, serta penambahan biomassa tanaman. Tanaman tidak menunjukan respon dalam bentuk kerusakan langsung tetapi dalam bentuk kerusakan langsung namu kerusakan secara bertahap. Garam mempengaruhi tumbuhan tanaman melalui keracunan yang disebabkan penyerapan unsur penyususn garam yang berlebihan, penurunan tekanan air, dan penurunan penyerapan unsur penting bagi tanaman. Pengaruh salinitas umumnya terjadi pada tingkat bibit. Waskom (2003) menjelaskan bahwa salinitas tanah dapat menghambat perkecambahan benih, pertumbuhan yang tidak teratur pada tanaman.
Kerusakan membran dapat dialami oleh kloroplas maupun mitokondria sehingga dapat menyebabkan gangguan pada proses fotosintesis dan juga respirasi tanaman Pada tanaman jagung yang diberi perlakuan cekaman salin, terjadi penurunan dalam analisis pertumbuhan seperti luas daun, berat kering tajuk, berat kering akar, laju asimilasi bersih dan laju pertumbuhan nisbi. Penurunan aktivitas fotosintesis tanaman akan mempengaruhi pembentukan berat kering sehingga menganggu pertumbuhan tanaman. Kebanyakan tanaman yang menderita stress garam menunjukkan penurunan pertumbuhan dan juga hasil tanaman. Pertumbuhan dan hasil tanaman budidaya umumnya mengalami penurunan pada EC tanah 4 dS/m atau lebih, bahkan tanaman yang sensitif dapat terpengaruh pada EC 3 dS/m. Tanda-tanda tanaman yang terkena stress garam antara lain menjadi kerdil, kesehatan tanaman terganggu, warna tanaman berubah dan hasil tanaman menurun
(https://forestryinformation.wordpress.com/2011/06/30/respon-tanaman-terhadap-salinitas-tanah/) Manajemen pengelolaan lahan saline harus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi iklim, tanaman budidaya, ekonomi, politik, sosial dan budaya di suatu daerah. Penganggulangan salinitas dari pada lahan pertanian antara lain dilakukan dengan cara:
1. Manajemen pengairan (leaching, irigasi dengan air berkualitas baik
2. Manajemen pengolahan lahan/ mekanis
3. Perbaikan secara kimiawi (penambahan gypsum dan sulfur)
4. Perbaikan secara biologis (mulsa organik dan bahan organik)
5. Peningkatan kesadaran petani
Keberahasilan program manajemen ini sangat tergantung pada ketersediaan air, kondisi iklim, jenis tanaman dan juga faktor pendukung yang lain (dana, waktu dan sumber daya manusia). Selain berbagai upaya dari segi agronomi, berbagai penelitian mengenai pemilihan varietas yang tahan salin terus dikembangkan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya peningkatan salinitas di lahan pertanian. Penelitian sumber variasi genetik yang baru (baik alami maupun transgenik) serta mencari tahu cara yang efisien untuk mengidentifikasi tanaman yang tahan salin juga terus dilakukan, sebab dalam koleksi plasma nutfah internasional, kemungkinan masih tersimpan banyak keragaman genetik dalam hal toleransi salinitas.

0 komentar:

Posting Komentar