Sejarah dan Peradaban Islam di Benua Afrika
( Diajukan
untuk memenuhi tugas mata pelajaran PAI )
Moh.Kholil, S.S,.M.S.I
Disusun Oleh :
- Friska Chairunnisa
- Jaka Maulana
- Jumrotun
- Khoirunnisa
- Layu Laela Nuri
Kelas
XII Program IPA
Pendidikan
Agama Islam
SMA
NU Kaplongan
Kaplongan
- karangampel - Indramayu
DAKWAH ISLAM DI AFRIKA
A.PENDAHULUAN
Islam merupakan agama
yang tersebar dipertengahan bumi ini yang terbentang dari tepi laut afrika
sampai laut pasifik selatan,dari padang rumput siberia sampai ke pelosok asia
tenggara –bangsa berber afrika barat,sudan, afrika timur yang berbahasa
swahili, bangs arab timur tengah bangsa turki, irania,bangsa turki dan persi
yang tinggal di asia tengah .dari sisi latar etnis, bahasa, adat, organisasi
politik, dan pola kebudayaan dan teknologi mereka menampilkan keragaman
kemanusiaan, namun islam menyatukan meraka .meskipun seringkali tidak menjadi totalitas
kehidupan meraka, namun islam terserap dalam konsep, aturan keseharian,
memberikan tata ikatan kemasyarakatan, dan memenuhi hasrat mereka meraih
kebahagiaan hidup. lantaran keragaman tersebut,islam berkembang menjadi
keluarga terbesar umat manusia .
Dalam kajian makalah
kali ini kami akan mengfokuskan pembahasan tentang sejarah masuknya islam di
afrika, yang di dalamnya terdapat beberapa kawasasan atau wilayah
jajahan/dakwah islam ke berbagai kerajaan di wilayah-wilayah afrika. Dalam
kajian yang akan kami presentasikan ini akan sangat menarik, karna didalamnya
terdapat perlawanan, pembrontakan uamat kristen terhadap ummat islam pada awal
masuknya islam di afrika
1.
Islam masuk ke Afrika
a.
Masuknya Islam ke Afrika
Agama Islam masuk ke
daratan Afrika pada masa Khalifah Umar bin Khattab, waktu Amru bin Ash memohon
kepada Khalifah untuk memperluas penyebaran Islam ke Mesir lantaran dia melihat
bahwa rakyat Mesir telah lama menderita akibat ditindas oleh penguasa Romawi
dibawah Raja Muqauqis. Sehingga mereka sangat memerlukan uluran tangan untuk membebaskannya
dari ketertindasan itu. Muqauqis sesungguhnya tertarik hendak masuk Islam
setelah menerima surat dari Rasulullah SAW. Namun, karena lebih mencintai
tahtanya maka sebagai tanda simpatinya beliau kirimkan hadiah kepada Rasulullah
SAW.
Selain alasan diatas
Amru bin Ash memandang bahwa Mesir dilihat dari kacamata militer maupun
perdagangan letaknya sangat strategis, tanahnya subur karena terdapat sungai
Nil sebagai sumber makanan. Maka dengan restu Khalifah Umar bin Khattab dia
membebaskan Mesir dari kekuasaan Romawi pada tahun 19 H (640 M) hingga
sekarang. Dia hanya membawa 400 orang pasukan karena sebagian besar diantaranya
tersebar di Persia dan Syria. Berkat siasat yang baik serta dukungan masyarakat
yang dibebaskannya maka ia berhasil memenangkan berbagai peperangan. Mula-mula
memasuki kota Al-Arisy dan dikota ini tidak ada perlawanan, baru setelah
memasuki Al-Farma yang merupakan pintu gerbang memasuki Mesir mendapat
perlawanan, oleh Amru bin Ash kota itu dikepung selama 1 bulan. Setelah
Al-Farma jatuh, menyusul pula kota Bilbis, Tendonius, Ainu Syam hingga benteng
Babil (istana lilin) yang merupakan pusat pemerintahan Muqauqis. Pada saat
hendak menyerbu Babil yang dipertahankan mati-matian oleh pasukan Muqauqis itu,
datang bala bantuan 4.000 orang pasukan lagi dipimpin empat panglima kenamaan,
yaitu Zubair bin Awwam, Mekdad bin Aswad, Ubadah bin Samit dan Mukhollad
sehingga menambah kekuatan pasukan muslim yang merasa cukup kesulitan untuk
menyerbu karena benteng itu dikelilingi sungai. Akhirnya, pada tahun 22 H (642
M) pasukan Muqauqis bersedia mengadakan perdamaian dengan Amru bi Ash yang
menandai berakhirnya kekuasaan Romawi di Mesir.
b. Faktor Masuknya Umat Kristen Ke Dalam Agama
Islam
Pada masa pemerintahan Salahudindin di mesir umat
Kristen benar benar menikmati kebebasan dan toleransi, namun justru di tubuh gereja itu
sendiri yang mengalami degenerasi. Suap dan sogok merata hamper di semua
lapisan gereja,jabatan jabatan dalam gereja pun menjadi barang dagangan.
Akibatnya ialah terbengkalinaya pembinaan sepirituil dan moral rakyat dan
menyebabkan kemunduran kehidupan gereja, pergantian peminpin dikalangan gereja
menjadi permasalah besar dikarenakan terdapat beberapa kubu yang saling berlawanan.akibatnya
banyak jabatan jabatan penting dalam gereja yang kosong,di tuliskan dalam biara
St.macarius yang dahulu terdapat 80 pendeta hanya tinggal 4 orang saja.begitu
terbengkalinya nasib umat Kristen banyak dari mereka yang memeuk islam pada akhirnya
c. Masa Pemerintahan Islam Di Mesir
Pada
awal pemerinthan islam di mesir, orang orang copti sangat menikmati sikap fair
dan adil dari pemerintahn yang baru ini, dan tidak adanya bukti adanya
kekerasan dan paksaan terhadap orang copti yang masuk islam. Pada wal
pemerintahan islam di mesir di tetapkan pajak bagi orang Kristen sedang bagi
orang islam tidak di kenakan pajak,pada awal awal pemerintahan islam pemasukan
pajak sebesar 12 juta dirham dan pada tahun berikutnya merosot sampai 5 juta
dirham pada masa pemerintahan muawiayah, hal ini di karenakan banyaknya orang
Kristen yang masuk islam.meyadari hal ini akan membahayakan keuangan negara
maka gubernur menetapkan wajib pajak bagi umat islam. Ketika hafs b. al walid
naik menjadi gubernur tahun 744 menjajanjikan bahwa akan di hapuskan jizah.
d. Perlawanan dari Kristen terhadap awal
masuknya islam di afrika
Perlawanan Berber terhadap
Islam dimulai setelah kemenangan Arab terhadap Bizantin dan perebutan Carthage.
Bizantin diusir tetapi Arab sebelum menjadi penguasa negeri itu. Di provinsi2
bagian pedalaman, Berber mengadakan perlawanan sporadic terhadap agama dan
kekuatan Arab. Baru dibawah pengganti Hassan, Musa, mereka dapat dikalahkan.
Pemberontak Berber yangg dijadikan tawanan adalah 300.000 ; termasuk 60.000
dijual sbg budak utk meningkatkan keuangan kerajaan. 30.000 dari mereka masuk
Islam dan menjadi bagian tentara Muslim.
Perlawanan bangsa abyisinia terhadap islam pernah terjadi pada saat abysinia belum dapat ditahlukan oleh tentara islam, pada waktu itu pasukan abysinia dapat bertahan karena mendapat bantuan dari portugis
Perlawanan bangsa abyisinia terhadap islam pernah terjadi pada saat abysinia belum dapat ditahlukan oleh tentara islam, pada waktu itu pasukan abysinia dapat bertahan karena mendapat bantuan dari portugis
2.
Perkembangan Islam di Afrika
a.
Negara Negara Islam
i.
Mesir
adalah kawasan Afrika pertama yang menerima
masuknya Islam di benua ini, penduduknya lebih kurang 42 juta jiwa, dimana
sekitar tiga jutanya beragama Kristen selebihnya beragama Islam. Bahkan, di
kota Iskandariyah hingga kini masih terjaga segala macam kebesaran umat Nasrani
Orthodox tanpa diganggu keberadaannya oleh umat Islam. Di Mesir terdapat
delapan universitas diantara yang termashyur ke seluruh dunia ialah Al-Azhar di
Kairo yang didirikan oleh Bani Fathimiyah pada tahun 972 M. Disana banyak
mahasiswa-mahasiswa yang belajar dari seluruh dunia termasuk dari Indonesia
yang kebanyakan mendapat beasiswa untuk belajar ilmu agama maupun pendidikan
umum seperti kedokteran, tekhnik dan lain-lainnya.
Sementara
itu, perluasan pengaruh Islam di kawasan Tunisia telah terjadi sejak
pemerintahan Khalifah Usman bin Affan tahun 23-35 H (644-656 M) oleh Panglima
Abdullah bin Sa’ad bin Abi Sarah dengan menghancurkan tentara Romawi yang telah
jatuh reputasinya. Sehingga pasukan Abdullah bin sa’ad dengan mudah
menguasainya. Sedang masuknya Islam ke Maghribil Aqsha atau Afrika Utara
sesudah berdirnya daulah Bani Umayah dibawah pimpinan Khalifah Walid bin Abdul
Malik, yang memberikan tugas tersebut kepada Panglima Musa bin Nushair yang
akhirnya ditunjuk sebagai gubernur wilayah itu.
ii.
Maroko
adalah
sebuah negara yang merdeka yang mempunyai kemampuan bertahan sebagai sebuah
rezim otoritasnya didasarkan kombinasi antara symbol khilafah dan sufi, meskipu
Negara ini sangat kesulitan dalam mempertokoh otoritasnya di wilyah pedesaan
atau pedalaman. Adapun kelas politik menengah, Maroko seperti
kebanggaan tuan tanah bangsawan, yang mana pada masyarakat timur
tengah lainnyamereka menghendaki kekuasan yang memeusat. Adapun posisi bangsa
Maroko pertama berlangsung dalam bentik pemberontakan Abdullah Karim di wilayah
penduduk Spanyo.
Abdullah
Karim adalah seorang intelektual, smua memiii karir sebagai Qodi, guru besar
dan sebagai editor surat kabar telegram, ia mengetahui benar kultur bangsa
Spanyol dan memiliki banyak koneksi dengan pihak Eropa.
iii.
Nigeria
Nigeria
terletak di sebelah barat Afrika termasuk negara yang kaya minyak yang diekspor
ke Amerika Serikat terbesar kedua setelah Saudi Arabia. Penduduknya terdiri
atas macam-macam suku bangsa berjumlah ± 90 juta dan 75 % beragama Islam
selebihnya Kristen maupun Animisme. Negeri-negeri yang menikmati pengaruh Islam
di kawasan Afrika dan hingga kini penduduknya mayoritas beragama Islam antara
lain Maroko, Sudan, Al-Jazair, dan Ethiopia.
iv.
Libia
Negeri
Mouamar Ghadafi ini merupakan kawasan terpanas di Timur Tengah, dengan luas
1.795.540 km berpenduduk ± 3 juta jiwa terdiri dari bangsa Arab, Barbar serta
Palestina hampir seluruhnya beragama Islam. Rakyat hidup dari sektor pertanian,
dan setelah ditemukan sumur-sumur minyak berkualitas tinggi sebagian penduduknya
menjadi tenaga kerja dalam industri ini, selebihnya mengandalkan tenaga-tenaga
asing.
Yang
menarik, geliat dan semarak dakwah di Libya, menular ke sejumlah
negaraberpendudkan asli Afrika lainnya. Menurut Mahmud, Pimpinan Jam’iyah al
Dakwah al Islamiyah al Alamiyah Libya, di Afrika, ribuan penduduk
memelu Islam setiap harinya melalui usaha dan bimbingan Moammar Khadafi. Tahun
lalu sembilan juta penduduk di beberapa negara di Afrika memeluk islam. Tahun
lalu setelah berziarah Mogadishu, sebanyak 43.000 penduduk masuk
Islam dari satu Negara.
v.
Al-Jazair
Pada
abad 16, Abdul Qadir yang ayahya pemimpin thariqat berusaha mendirikan sebuah
Negara muslim, pada tahun 1832 ia memproklamirkan sebagai amir al mukmin dan
sebagai sultan bangsa arab mengklaim dirinya bertanggung jawab dalam menerapkan
hukum Islam di wilayah kekuasaannya. Abdul qadir mengembangkan sebuah
administrasi hirarkis bagi negaranya dan ia mengangkat sejumlah khalifah,
pejabat militer financial dan pejabat peradaban.
vi.
Tunisia
Pada
abad ke 8 pembentukan organisasi muslim di negara Tunisia mempunyai problem
yang sama seperti yang di alami oleh imerpremium Usmani dan Mesir, menghadapi
ekonomi eropa yang sedang sedang berkembang psat dan kemunduran kemunduran
internal dari Negara Tunisia.
Program
program reformasi keseluruhan di dasarkan pada prinsip bahwasanya pemerintah
yang baik merupakan landasan bagi vitalitas social dan ekonomi dan secara
politk upaya reformasi ini bergantung kepada dukungan pihak ulama
yang mana khyar al din berusaha mempengaruhi mereka agar menerima tehnik tehnik
pemerintah. Eropa walaupun secara politk relatif tenang, para pejabat dan para
ulama Tunisia bangkit untuk menentang pemerintah prancis, dan munculah generasi
generasi baru dari para pemuka nasional dari kalangan birokratik yang terdidik
secara moderen, sbagaimana yangterjadi di dalam masyarakat Utsmani.
b. Masuknya islam di kerajaan kerajaan afrika
i.
Kerajaan Nubia
Pada
abad ke 12 kerajaan nubia masih beragam kristen dan mereka masih dapat bertahan
dari serbuan kerajaan mesir di bawah panji islam.yang pada akhirnya terjadi
perjanjian perdamain antara mesir dengan nubia. Pada tahun 1272 keponakan
kerajaan nubia memperoleh pasukan bantuan dari mesir untuk membantu melawan
pemberontakan melawan pamanya dan sebagai imbalanya kerajaan mesir mendapat
hadiah berupa dua propinsi nubia sebelah selatan, Namun kekuasaan di daerah itu
tidak berlangsung lama karena daaerah itu memperoleh kebebasannya kembali. Terbengkalainya
gerja di afrika juga di alami oleh kerajaan nubia yang juga menganut sekte
jacobiyah di Alexandria. Hal ini menyebabkan banyak dari orang nubia yang
beralih ke agama islam, namun peralihan agam dari Kristen ke islam berjalan
sangat lambat dan bertahap kehidupan sepiritual gereja yang muali redup dan tak
adanya hubungan dengan dunua Kristen di luar negeri maka wajarlah bila mereka
mencari penyaluran aspirasi spiritual dari agama islm.faktor yang mempercepat
berkembangnya islam di nubuawah tak terlepas dari peran para pedagang
ii.
Kerajaan
Abisinia
Awal
masuknya islam di kerajaan abisinia ditandai dengan masuknya bangsa bollos ke
dalam islam bersamaan dengan suku bangsa bajah yang bersatu dalam kerajaan
islam funj, ketika ini kerajaan memperluas kekuasaanya pada tahun 1499-1530 dari
selatan sampai ke perbatasan nubia dan abissyinia serta berhasil mendirikan
kerajaan yang kuat di sennaar.dari data sejarah kita dapat menarik kesimpulan
bahwa masuk islamnya bangsa nubia yang memiliki jiwa kemerdekaan serta telah
lama menganut agama Kristen adalah berlangsung dalam suatu proses yang
berabad-abad lamanya.
kita akan mengalihkan perhatian kita kepada sejarah islam dikalangan bangsa abissyinia, yang telah menganut agama Kristen dua abad sebelum bangsa nubia dan sama menganut sekte jacobiah.sampai abad ke-10 hanya beberapa keluarga arab ditemui menetap di kota-kota abissyinia, tatapi pada akhir abad ke-12 berdirinya suatu dinasti arab telah mengikut sertakan beberapa bagian daerah pantai abissyinia.
kita akan mengalihkan perhatian kita kepada sejarah islam dikalangan bangsa abissyinia, yang telah menganut agama Kristen dua abad sebelum bangsa nubia dan sama menganut sekte jacobiah.sampai abad ke-10 hanya beberapa keluarga arab ditemui menetap di kota-kota abissyinia, tatapi pada akhir abad ke-12 berdirinya suatu dinasti arab telah mengikut sertakan beberapa bagian daerah pantai abissyinia.
iii.
Islam di etiopia
Islam
masuk ke Etiopia, sebagai keyakinan utama diyakini pada abad ke-16 lewat para
pedagang dan pendakwah Arah, yang akhirnya menjadikan 65 % warga Etiopia
memeluk Islam. Situasi itulah yang mulai memunculkan ketakutan pada pihak
Gereja Eitopia yang kemudian menganggap Muslim sebagai ancaman utama terhadap
keberadaan mereka.
Pada abad ke-16 dan awal abad ke-17, Negara Islam ADAL diumumkan oleh para etnis Somalia dan Arab dipimpin oleh Ahmed Guray. Ahmad Guray atau Ahmed Gran di Etiopia, yang keturunan Arab, memimpin perang melawan Abyssinia dan mengalahkan mereka. Ahmed Guray bahkan menangkap lebih dari 50 % warga dataran tinggi Etiopia, sehingga mempercepat penambahan jumlah warga Etiopia yang memeluk Islam. Ahmed sendiri mendapat dukungan dari Kaisar Ottoman, Turki dan Raja Saeed Barqash dari Kesultanan Oman.
Pada abad ke-16 dan awal abad ke-17, Negara Islam ADAL diumumkan oleh para etnis Somalia dan Arab dipimpin oleh Ahmed Guray. Ahmad Guray atau Ahmed Gran di Etiopia, yang keturunan Arab, memimpin perang melawan Abyssinia dan mengalahkan mereka. Ahmed Guray bahkan menangkap lebih dari 50 % warga dataran tinggi Etiopia, sehingga mempercepat penambahan jumlah warga Etiopia yang memeluk Islam. Ahmed sendiri mendapat dukungan dari Kaisar Ottoman, Turki dan Raja Saeed Barqash dari Kesultanan Oman.
Perasaan
negatif Gereja Etiopia terhadap Muslim meningkat sangat tajam, dan setelah
mereka gagal menghentikan Ahmed Guray beserta pasukkannya, mereka mendesak
Portugal mengirim bantuan. Ahmed Guray terus menambah daftar kemenangan atas
pasukan Abyssinian selama dua dekade. Namun ia terbunuh dalam pertempuran
melawan pasukan Portugis yang datang untuk membantu Etiopia. Sang Janda Ahmed,
bernama Bati Del Wambara mengambil alih kepemimpinan kerajaan ADAL dan
meneruskan kampanye peperangan terhadap Kristen Etiopia.
Markas
besar ADAL sendiri terletak di kota Zayla, kota pantai yang menghubungkan
Djibouti dan Tanah Somalia. ADAL sempat ambruk sesaat setelah kematian Ahmed
Guray. Situasi itu memberi kesempatan Etiopia untuk merebut kembali tanah yang
hilang tanpa banyak perlawanan
3. Kelebihan dan Tantngan Dakwah di Afrika
a. Kelebihan Dakwah di Afrika
I.
Politik
Dalam
bidang politik tersebut, di Afrika banyk juga tokoh muslim yang menduduki
jabatan tetinggi di negaranya. Sebut saja seperti Muammar Khadafi, yakni beliau
sebagai pemimpin muslim konteporer Libya banyak berubah setelah Muammar Khadafi
menguasai politik libya. Dimana sistem monarik di gati menjadi anakronisme
politik.
Revolusi
Khadfi dianggap sebagai salah satu conyoh paling awal dalam pembaharuan politik
Islam, sejak Libya merdeka pada tahun 1960 selain dari Khadafi juga ada.
Pemimpin negara Ghabon serta negara lainnya di Afrika , sehingga hal tersebut
smakin memudahkan penyebaran ajaran Islam di benua Afrika
Keputusan
paling awal rezim ini menyangkut masalah referensi nasionalis dan
isam, serta aturan aturan subtansi. Diantaranya diberlakukan kembali hukum
pidana atas Al qur’an serta pelanggaran alkohol dan klub malam mengindikasikan
pengakuan terbuka terhadap islam sebagai kekuatan pembimbing dalam kekuatan
politik negara.
II.
.Ekonomi
Afrika selatan adalah sebuah negara maju
dengan [enduduk yang berpendapatan sederhana. Negara ini kaya dengan bahan
bahan tambang, terutama yang bernilai tinggi sperti, emas, platinum dan
berlian. Ia juga mempunyai sistem keuangan, perundangan, telkomunisasi, energi
infrastruktur yang maju dan moderen. Dengan kekayaan yang di miliki Afrika
tersebut, semakin membuat hubungan antara Afrika dengan negara negara islam di
luar benua Afrika lebih dekat untuk mejalankan dakwah di Afrika tersebut.
b. Tantangan Dakwah
di Afrika
Didalam melakukan
dakwah islam tentunya akan banyak mengalami tantangan dan
hambatan yang akan di hadapi. Bgitu pula dengan dakwah yang dilakukan oleh para
juru dakwah yang ada di benua Afrika.
Berbagai
negara di Afrika pun menyampaikan kndisi dan tantanga dakwah yang mereka hadapi
di benua itu. Negara negara di Afrika umumnya menghadpi tantangan dalam
pengembangan pendidikan Islam dan membutuhkan bantuan kemanusiaan. Para
misionaris islam ketika memasuki benua Afrika menemukan fakta yang
menejutkan yaitu sedemikian luasnya Islam di benua ini.
Penyebaran
Islam di Afrika tidak dilakukan secara sistematis oleh kaum muslimin dan para
muballiqh Islam. Politik kolonialisme dan penjajahan terhadap berbagai wilayah
Afrika oleh Belgia, Portugis, Prancis, dan Inggris dalam waktu yang sangat lama
memberikan kesempatan yang luas bagi para misionaris untuk menyebarkan ajaran
Kristen di benua ini.[7]
Di
Afrika terdapat banyak tantangan dakwah, yakni banyak misionaris dibawah
yayasan Kristen, yang setiap tahun membagi bagi ratusan ribu Injil, buku buku,
dan majalah secarah gratis untuk menyebarkan pemikiran Kristendi tengah pemuda
dan remaja dan berbagai lapisan msyarakat lainya. Yayasan Emier merupakan salah
satu contoh dari yayasan misionaris yang bertujuan untuk memuul Islam. Yayasan
ini memiliki 13 penerbitan dan salah satu aktivitasnya adalah menerbitkan buku
dengan gambar gambar yang menarik bagi anak anak. Dan juga yayasan ini
melakukan mata mata dan melakukan campur tangan dalam urusan pemerintah.
Akan
tetapi, meskipun telah dilakukan upaya yang sangat luas oleh para misionaris
Kristen serta telah digunakannya fasilitas dan keuangan yang sangat banyak dala
proram misionaris itu,kenyataan menujikkan bahwah kelompok kelompok penyebaran
agama Kristen tidak mampu mencapai tujuan tujuan mereka.
4.
Gerakan Islam di Afrika
1.Jamaah Ikhwanul Muslimin
Jamaah
Ikhwanul muslimin berdiri di kota Islamiyah, Mesir pada Maret 1928 dengan
pendiri Hasan Al banna bersama keenam tokoh lainya, yaitu Hafiz Abdul Hamid,
Ahmad al-Khusairi, Fuad Ibrahim, Abdurahman Hasbullah, Ismail Izz, dan Zaki
al-Magribi. Ikhwanul Muslimin pada saat itu di pimpin oleh Hasan al Banna. Pada
tahun 1930, Anggaran Dasar Ikhwanul Muslimiin di buat dan disahkan pada rapat
Umum Ikhwanul Muslimin pada 24 September 1930. Pada 1932, struktur administrasi
Ikhwanul Muslimin disusun pada tahun itu pula,IkhwanulMuslimin membuka cabang
di Suez, Abu Showier, dan Al Mahmoudiyah. Pada tahun 1933, Ikhwanul Muslimin
menerbitkan majalah mingguan yang di pimpin oleh Muhibuddin Khatib[8]
Ikhwanul
Muslimin merupakan organisasi Islam berlandaskan ajaran Islam. Ia ermerupakan
salah satu jamaah dari beberapa jamaah yang ada pada umat Islam, yang memandang
bahwa Islam adalah Dien (Agama), yang universal dan menyaluruh,bukan hanya
sekedar agama yang mengurusi ibadah ritual (Shalat, Puasa, Haji, Zakat, dan
lain lain) saja.Tujuan Ikhwanul Muslimin adalah mewujudkan terbentuknya sosok
idvidu Muslim, rumah tangga islami, bangsa yang islami, pemerintah yang islami,
negara yang dipimpin oleh negara negara Islam, mnystuhksn perpecahan kaum
Muslimin dan negara negara mereka yang terampas, kemudian membawa bendra jihad
dan da’wah kepada Allah sehingga dunia mendapatkan ketentraman dengan ajaran
ajaranIslam Ikhwanul Muslimin menolak segala bentukpenjajahan dan monarki yang
pro-Baarat.
Dalam
perpolitikan di berbagai negara, Ikwanul Muslimin ikut serta dalam proses
demokrasi sebagai sarana perjuangannya, sebagaimana kelompok kelompok lain yang
nengaku demokrasi. Contoh utamanya adalah Ikhwanul Muslimin di Mesir yang
mengikuti proses pemilu di negara tersebut.
5.Gerakan Jihad
Didirikan
oleh Hasan Al Banna dari Mesir, di bnua tersebut juga ada Gerakan Jihad abad 18
dipimpin oeh para Ulama, Guru, Muballiq keliling, dan Pengikut mereka. Mereka
mendapat ispirasi dari pembaharu dari Ulama militant seperti Al-Maghili.
Selain
dari dua gerakan yang ada seperti di atas tadi,juga masih ada beberapa gerakan
Islam yang telah berkembang di benua Afrika, seperti kelompok Sufi, Jamaah
Tabliq, dan Penganut mazhab Imam Maliki serta gerakan Islam lainnya yang semua
menginginkan agar Islam dapat berkembang dan terus tumbuh di Benua Afrika.
6. Tokoh Tokoh Islam di Afrika
Keberadaan
Islam di benua Afrika telahmembuat penduduk Afrika semakin meningkat keinginan
umat muslim yang ada disana untuk mendalami ajaran Islam. Selain itu juga
muncul tokoh tokoh Islam yang menjadi pembaharu di benua Afrika. Diantara tokoh
tokoh muslim yang ada tersebut diantaranya adalah sebagai berikut ini:
1.Al-Qalbisi
Al-Qabisi
nama aslinya adalah Abu al-Hasan Ali bin Muhammad Khalaf al Ma’rif al-qobisi,
beliau lahir di daerah kairawan,Tunisia pada bulan rajab tahun 224 H/tanggal 13
Mei 936 M. Ia pernah merantau ke timur tengah selama 5 tahun, kemudian ia
kembali ke negri asalnya dan meninggal dan dunia pada tanggal 3 Rabiul Awal 403
H/Tangga 23 oktober 1012 M.[9]
2.Muhammad Abduh
Muhammad
Abduh lahir di sebuah dusun di Delta sungai Nil pada tahun 1849, dan beliau
meninggal pada 11 juli 1905. Keluarganya terkenal berpegang teguh pada ilmu dan
agama. Sejak muda beliau sudah di kenal hafal Al qur’an, Muhammad Abduh adalah
sajana pendidik dan mufti, theology, alim dan juga pembaharuan.[10]
Selain dari kedua tokoh diatas tersebut nasih banyak ulama serta
pembaharu yang ada di Afrika. Seperti Sayyid Sabiq, yang mana beliau adalah
ahli tafsir, Muhammad Rasyid Ridho, Hasan Al Banna , serta ulama terkenal
sperti Ibnu Khaldun, yang terkenal sebagai ilmuan dalam bidang ekonomi, beliau
berasal dari Tunisia, Afrika.
7.
Monumen Islam Di Afrika
a.
Warisan
Dunia Islam
Kota Kairouan sekarang merupakan
bagian dari warisan dunia Islam dan pada tahun 2009 ditetapkan sebagai ibukota
budaya dunia Islam. Seiring penaklukan Islam atas wilayah Afrika, Uqba bin
Nafik, panglima pasukan Islam, menaklukkan Afrika Utara pada tahun 670 Masehi
dan mendirikan kota Kairouan di Tunisia. Dia membangun kota itu dengan tujuan
untuk menempatkan kaum Muslim guna menyebarkan Islam di Afrika. Oleh karena
itu, kota Kairouan merupakan batu pijakan bagi sejarah peradaban Islam di barat
Arab.
Kairouan telah menjadi pusat
peradaban dan budaya dari masa ke masa. Di antara ciri khas kota tersebut
adalah pembangunan Baitul Hikmah sebagai universitas Islam pertama dan pusat
berkumpulnya para pemikir dan ulama besar dunia. Banyak kegiatan ilmiah dan
pemikiran terbentuk di tempat itu, bahkan Syeikh Sahnun ibn Said ibn Habib
at-Tanukhi dan Malik ibn Anas serta mayoritas ulama lain mengenyam pendidikan
di Baitul Hikmah. Sebagaimana Cordoba di Andalusia dan Fas di Maroko dikenal
sebagai pusat ilmiah Muslim, Kairouan juga termasuk pusat ilmiah yang pertama
di Afrika dan memainkan peran kunci di bidang pengajaran dan pendidikan serta
penyebaran ilmu agama.
b.
Masjid Pertama di Afrika
Pada awalnya, masjid ini
terbilang sangat kecil dan atapnya hanya ditopang oleh tiang-tiang yang tegak
lurus. Namun sesuai dengan perkembangan zaman, bangunan suci ini diperluas dan
mengalami perubahan signifikan. Bentuk luar masjid itu terlihat seperti sebuah
benteng yang memagari sebuah area.
Masjid Agung Kairouan adalah
salah satu monumen Islam yang paling mengesankan dan terbesar di Afrika Utara.
Akan tetapi, tak lama setelah pembangunannya, masjid ini hancur selama
pendudukan Berber atas kota Kairouan dan kemudian dibangun kembali oleh Hasan
bin Nukman al- Ghassanid pada tahun 703. Masjid dibangun kembali dengan
tiang-tiang beton yang ditancapkan ke bumi dan pondasi yang kokoh.
c.
Peninggalan tempat
pendidikan
Selain masjid, ada
juga Pusat Studi Islam Kairouan yang didirikan pada tahun 1988. Lembaga publik
ini diawasi oleh Departemen Pendidikan Tinggi Tunisia. Pusat ini berfungsi
antara lain, menegaskan peradaban Islam dan kontribusinya terhadap kemanusiaan
di berbagai bidang, melakukan penelitian di bidang ilmu-ilmu Islam, memberikan
kontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan promosi studi Islam,
memberitahukan hasil penelitian dan mempublikasikan riset, mengumpulkan
naskah-naskah yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan Islam dan menyediakan
indeksasi komputerisasi, menjalin kerjasama dengan pusat penelitian lain, serta
merencanakan pertemuan ilmiah dan konferensi dunia
Setelah masuknya Islam
di Afrika, kota Kairo diMesir berkembang menjadi pusat kebudayaan dan ilmu
pengetahuan di Afrika. Di Kairo, Universitas –Azhar didirikan pada tahun 972
oleh Jauhar al-Katib as-Siqqili. Universitas Ali menerbitkan surat kabar
al-Waqa’ al-Misriyah. Disamping itu, Islam juga meninggalkan monumen-monumen
besar seperti al-Qasr al-Garby, al-Qasr asy al-Syarqiy, Baba an-Naqi, dan Bab
al-Fath.
Daftar Pustaka
Badri, Yatim, Sejarah Peradaban Islam:1993.
Rajawali Press, Jakarta
Lapidas, M ira,
Sejarah Sosial Umat Islam. Jakarta, PT.Raja Grafido Persada, 1999
Munir Amin, Syamsul, Sejarah
peradaban Islam, Jakarta, Amzah, 2009
Suwito dan Fauzan, Sejarah Sosial Pendidikan Islam. Jakarta,
Kencana Perdana Media, 2008
Berita Islam masa kini, Sejarah islam di
benua afrika, TransTV, 2015

