Selasa, 16 Februari 2016

Sejarah Peradaban Islam Di AFRIKA Sejarah tokoh dan Monumen



Sejarah dan Peradaban Islam di  Benua Afrika
( Diajukan untuk memenuhi tugas mata pelajaran PAI )

Moh.Kholil, S.S,.M.S.I




                                 



Disusun Oleh :
- Friska Chairunnisa
- Jaka Maulana
- Jumrotun
- Khoirunnisa
- Layu Laela Nuri


Kelas XII Program IPA
Pendidikan Agama Islam
SMA NU Kaplongan
Kaplongan - karangampel - Indramayu

DAKWAH ISLAM DI AFRIKA
A.PENDAHULUAN

Islam merupakan agama  yang tersebar dipertengahan bumi ini yang terbentang dari tepi laut afrika sampai laut pasifik selatan,dari padang rumput siberia sampai ke pelosok asia tenggara –bangsa berber afrika barat,sudan, afrika timur yang berbahasa swahili, bangs arab timur tengah bangsa turki, irania,bangsa turki dan persi yang tinggal di asia tengah .dari sisi latar etnis, bahasa, adat, organisasi politik, dan pola kebudayaan dan teknologi mereka menampilkan keragaman kemanusiaan, namun islam menyatukan meraka .meskipun seringkali tidak menjadi totalitas kehidupan meraka, namun islam terserap dalam konsep, aturan keseharian, memberikan tata ikatan kemasyarakatan, dan memenuhi hasrat mereka meraih kebahagiaan hidup. lantaran keragaman tersebut,islam berkembang menjadi keluarga terbesar umat manusia .
Dalam kajian makalah kali ini kami akan mengfokuskan pembahasan tentang sejarah masuknya islam di afrika, yang di dalamnya terdapat beberapa kawasasan atau wilayah jajahan/dakwah islam ke berbagai kerajaan di wilayah-wilayah afrika. Dalam kajian yang akan kami presentasikan ini akan sangat menarik, karna didalamnya terdapat perlawanan, pembrontakan uamat kristen terhadap ummat islam pada awal masuknya islam di afrika

1.     Islam masuk ke Afrika
a.      Masuknya Islam ke Afrika
Agama Islam masuk ke daratan Afrika pada masa Khalifah Umar bin Khattab, waktu Amru bin Ash memohon kepada Khalifah untuk memperluas penyebaran Islam ke Mesir lantaran dia melihat bahwa rakyat Mesir telah lama menderita akibat ditindas oleh penguasa Romawi dibawah Raja Muqauqis. Sehingga mereka sangat memerlukan uluran tangan untuk membebaskannya dari ketertindasan itu. Muqauqis sesungguhnya tertarik hendak masuk Islam setelah menerima surat dari Rasulullah SAW. Namun, karena lebih mencintai tahtanya maka sebagai tanda simpatinya beliau kirimkan hadiah kepada Rasulullah SAW.
Selain alasan diatas Amru bin Ash memandang bahwa Mesir dilihat dari kacamata militer maupun perdagangan letaknya sangat strategis, tanahnya subur karena terdapat sungai Nil sebagai sumber makanan. Maka dengan restu Khalifah Umar bin Khattab dia membebaskan Mesir dari kekuasaan Romawi pada tahun 19 H (640 M) hingga sekarang. Dia hanya membawa 400 orang pasukan karena sebagian besar diantaranya tersebar di Persia dan Syria. Berkat siasat yang baik serta dukungan masyarakat yang dibebaskannya maka ia berhasil memenangkan berbagai peperangan. Mula-mula memasuki kota Al-Arisy dan dikota ini tidak ada perlawanan, baru setelah memasuki Al-Farma yang merupakan pintu gerbang memasuki Mesir mendapat perlawanan, oleh Amru bin Ash kota itu dikepung selama 1 bulan. Setelah Al-Farma jatuh, menyusul pula kota Bilbis, Tendonius, Ainu Syam hingga benteng Babil (istana lilin) yang merupakan pusat pemerintahan Muqauqis. Pada saat hendak menyerbu Babil yang dipertahankan mati-matian oleh pasukan Muqauqis itu, datang bala bantuan 4.000 orang pasukan lagi dipimpin empat panglima kenamaan, yaitu Zubair bin Awwam, Mekdad bin Aswad, Ubadah bin Samit dan Mukhollad sehingga menambah kekuatan pasukan muslim yang merasa cukup kesulitan untuk menyerbu karena benteng itu dikelilingi sungai. Akhirnya, pada tahun 22 H (642 M) pasukan Muqauqis bersedia mengadakan perdamaian dengan Amru bi Ash yang menandai berakhirnya kekuasaan Romawi di Mesir.
b.       Faktor Masuknya Umat Kristen Ke Dalam Agama Islam
Pada masa pemerintahan Salahudindin di mesir umat Kristen benar benar menikmati kebebasan dan  toleransi, namun justru di tubuh gereja itu sendiri yang mengalami degenerasi. Suap dan sogok merata hamper di semua lapisan gereja,jabatan jabatan dalam gereja pun menjadi barang dagangan. Akibatnya ialah terbengkalinaya pembinaan sepirituil dan moral rakyat dan menyebabkan kemunduran kehidupan gereja, pergantian peminpin dikalangan gereja menjadi permasalah besar dikarenakan terdapat beberapa kubu yang saling berlawanan.akibatnya banyak jabatan jabatan penting dalam gereja yang kosong,di tuliskan dalam biara St.macarius yang dahulu terdapat 80 pendeta hanya tinggal 4 orang saja.begitu terbengkalinya nasib umat Kristen banyak dari mereka yang memeuk islam pada akhirnya
c.       Masa Pemerintahan Islam Di Mesir
Pada awal pemerinthan islam di mesir, orang orang copti sangat menikmati sikap fair dan adil dari pemerintahn yang baru ini, dan tidak adanya bukti adanya kekerasan dan paksaan terhadap orang copti yang masuk islam. Pada wal pemerintahan islam di mesir di tetapkan pajak bagi orang Kristen sedang bagi orang islam tidak di kenakan pajak,pada awal awal pemerintahan islam pemasukan pajak sebesar 12 juta dirham dan pada tahun berikutnya merosot sampai 5 juta dirham pada masa pemerintahan muawiayah, hal ini di karenakan banyaknya orang Kristen yang masuk islam.meyadari hal ini akan membahayakan keuangan negara maka gubernur menetapkan wajib pajak bagi umat islam. Ketika hafs b. al walid naik menjadi gubernur tahun 744 menjajanjikan bahwa akan di hapuskan jizah.
d.      Perlawanan dari Kristen terhadap awal masuknya islam di afrika
Perlawanan Berber terhadap Islam dimulai setelah kemenangan Arab terhadap Bizantin dan perebutan Carthage. Bizantin diusir tetapi Arab sebelum menjadi penguasa negeri itu. Di provinsi2 bagian pedalaman, Berber mengadakan perlawanan sporadic terhadap agama dan kekuatan Arab. Baru dibawah pengganti Hassan, Musa, mereka dapat dikalahkan. Pemberontak Berber yangg dijadikan tawanan adalah 300.000 ; termasuk 60.000 dijual sbg budak utk meningkatkan keuangan kerajaan. 30.000 dari mereka masuk Islam dan menjadi bagian tentara Muslim.
Perlawanan bangsa abyisinia terhadap islam pernah terjadi pada saat abysinia belum dapat ditahlukan oleh tentara islam, pada waktu itu pasukan abysinia dapat bertahan karena mendapat bantuan dari portugis



2.     Perkembangan Islam di Afrika
a.      Negara Negara Islam
                                            i.            Mesir
adalah kawasan Afrika pertama yang menerima masuknya Islam di benua ini, penduduknya lebih kurang 42 juta jiwa, dimana sekitar tiga jutanya beragama Kristen selebihnya beragama Islam. Bahkan, di kota Iskandariyah hingga kini masih terjaga segala macam kebesaran umat Nasrani Orthodox tanpa diganggu keberadaannya oleh umat Islam. Di Mesir terdapat delapan universitas diantara yang termashyur ke seluruh dunia ialah Al-Azhar di Kairo yang didirikan oleh Bani Fathimiyah pada tahun 972 M. Disana banyak mahasiswa-mahasiswa yang belajar dari seluruh dunia termasuk dari Indonesia yang kebanyakan mendapat beasiswa untuk belajar ilmu agama maupun pendidikan umum seperti kedokteran, tekhnik dan lain-lainnya.
Sementara itu, perluasan pengaruh Islam di kawasan Tunisia telah terjadi sejak pemerintahan Khalifah Usman bin Affan tahun 23-35 H (644-656 M) oleh Panglima Abdullah bin Sa’ad bin Abi Sarah dengan menghancurkan tentara Romawi yang telah jatuh reputasinya. Sehingga pasukan Abdullah bin sa’ad dengan mudah menguasainya. Sedang masuknya Islam ke Maghribil Aqsha atau Afrika Utara sesudah berdirnya daulah Bani Umayah dibawah pimpinan Khalifah Walid bin Abdul Malik, yang memberikan tugas tersebut kepada Panglima Musa bin Nushair yang akhirnya ditunjuk sebagai gubernur wilayah itu.

                                          ii.            Maroko
            adalah sebuah negara yang merdeka yang mempunyai kemampuan bertahan sebagai sebuah rezim otoritasnya didasarkan kombinasi antara symbol khilafah dan sufi, meskipu Negara ini sangat kesulitan dalam mempertokoh otoritasnya di wilyah pedesaan atau pedalaman. Adapun kelas politik menengah, Maroko seperti kebanggaan  tuan tanah bangsawan, yang mana pada masyarakat timur tengah lainnyamereka menghendaki kekuasan yang memeusat. Adapun posisi bangsa Maroko pertama berlangsung dalam bentik pemberontakan Abdullah Karim di wilayah penduduk Spanyo.
Abdullah Karim adalah seorang intelektual, smua memiii karir sebagai Qodi, guru besar dan sebagai editor surat kabar telegram, ia mengetahui benar kultur bangsa Spanyol dan memiliki banyak koneksi  dengan pihak Eropa.

                                        iii.             Nigeria
Nigeria terletak di sebelah barat Afrika termasuk negara yang kaya minyak yang diekspor ke Amerika Serikat terbesar kedua setelah Saudi Arabia. Penduduknya terdiri atas macam-macam suku bangsa berjumlah ± 90 juta dan 75 % beragama Islam selebihnya Kristen maupun Animisme. Negeri-negeri yang menikmati pengaruh Islam di kawasan Afrika dan hingga kini penduduknya mayoritas beragama Islam antara lain Maroko, Sudan, Al-Jazair, dan Ethiopia.

                                        iv.             Libia
Negeri Mouamar Ghadafi ini merupakan kawasan terpanas di Timur Tengah, dengan luas 1.795.540 km berpenduduk ± 3 juta jiwa terdiri dari bangsa Arab, Barbar serta Palestina hampir seluruhnya beragama Islam. Rakyat hidup dari sektor pertanian, dan setelah ditemukan sumur-sumur minyak berkualitas tinggi sebagian penduduknya menjadi tenaga kerja dalam industri ini, selebihnya mengandalkan tenaga-tenaga asing.
Yang menarik, geliat dan semarak dakwah di Libya, menular ke sejumlah negaraberpendudkan asli Afrika lainnya. Menurut Mahmud, Pimpinan Jam’iyah al Dakwah  al Islamiyah al Alamiyah Libya, di Afrika, ribuan penduduk memelu Islam setiap harinya melalui usaha dan bimbingan Moammar Khadafi. Tahun lalu sembilan juta penduduk di beberapa negara di Afrika memeluk islam. Tahun lalu setelah berziarah  Mogadishu, sebanyak 43.000 penduduk masuk Islam dari satu Negara.   

                                          v.            Al-Jazair
            Pada abad 16, Abdul Qadir yang ayahya pemimpin thariqat berusaha mendirikan sebuah Negara muslim, pada tahun 1832 ia memproklamirkan sebagai amir al mukmin dan sebagai sultan bangsa arab mengklaim dirinya bertanggung jawab dalam menerapkan hukum Islam di wilayah kekuasaannya. Abdul qadir mengembangkan sebuah administrasi hirarkis bagi negaranya dan ia mengangkat sejumlah khalifah, pejabat militer financial dan pejabat peradaban.

                                        vi.             Tunisia
            Pada abad ke 8 pembentukan organisasi muslim di negara Tunisia mempunyai problem yang sama seperti yang di alami oleh imerpremium Usmani dan Mesir, menghadapi ekonomi eropa yang sedang sedang berkembang psat dan kemunduran kemunduran internal dari Negara Tunisia.
            Program program reformasi keseluruhan di dasarkan pada prinsip bahwasanya pemerintah yang baik merupakan landasan bagi vitalitas social dan ekonomi dan secara politk upaya reformasi ini  bergantung kepada dukungan pihak ulama yang mana khyar al din berusaha mempengaruhi mereka agar menerima tehnik tehnik pemerintah. Eropa walaupun secara politk relatif tenang, para pejabat dan para ulama Tunisia bangkit untuk menentang pemerintah prancis, dan munculah generasi generasi baru dari para pemuka nasional dari kalangan birokratik yang terdidik secara moderen, sbagaimana yangterjadi di dalam masyarakat Utsmani.

b.      Masuknya islam di kerajaan kerajaan afrika
i.                    Kerajaan Nubia
            Pada abad ke 12 kerajaan nubia masih beragam kristen dan mereka masih dapat bertahan dari serbuan kerajaan mesir di bawah panji islam.yang pada akhirnya terjadi perjanjian perdamain antara mesir dengan nubia. Pada tahun 1272 keponakan kerajaan nubia memperoleh pasukan bantuan dari mesir untuk membantu melawan pemberontakan melawan pamanya dan sebagai imbalanya kerajaan mesir mendapat hadiah berupa dua propinsi nubia sebelah selatan, Namun kekuasaan di daerah itu tidak berlangsung lama karena daaerah itu memperoleh kebebasannya kembali.                                   Terbengkalainya gerja di afrika juga di alami oleh kerajaan nubia yang juga menganut sekte jacobiyah di Alexandria. Hal ini menyebabkan banyak dari orang nubia yang beralih ke agama islam, namun peralihan agam dari Kristen ke islam berjalan sangat lambat dan bertahap kehidupan sepiritual gereja yang muali redup dan tak adanya hubungan dengan dunua Kristen di luar negeri maka wajarlah bila mereka mencari penyaluran aspirasi spiritual dari agama islm.faktor yang mempercepat berkembangnya islam di nubuawah tak terlepas dari peran para pedagang
ii.                   Kerajaan Abisinia
Awal masuknya islam di kerajaan abisinia ditandai dengan masuknya bangsa bollos ke dalam islam bersamaan dengan suku bangsa bajah yang bersatu dalam kerajaan islam funj, ketika ini kerajaan memperluas kekuasaanya pada tahun 1499-1530 dari selatan sampai ke perbatasan nubia dan abissyinia serta berhasil mendirikan kerajaan yang kuat di sennaar.dari data sejarah kita dapat menarik kesimpulan bahwa masuk islamnya bangsa nubia yang memiliki jiwa kemerdekaan serta telah lama menganut agama Kristen adalah berlangsung dalam suatu proses yang berabad-abad lamanya.
kita akan mengalihkan perhatian kita kepada sejarah islam dikalangan bangsa abissyinia, yang telah menganut agama Kristen dua abad sebelum bangsa nubia dan sama menganut sekte jacobiah.sampai abad ke-10 hanya beberapa keluarga arab ditemui menetap di kota-kota abissyinia, tatapi pada akhir abad ke-12 berdirinya suatu dinasti arab telah mengikut sertakan beberapa bagian daerah pantai abissyinia.
iii.                Islam di etiopia
Islam masuk ke Etiopia, sebagai keyakinan utama diyakini pada abad ke-16 lewat para pedagang dan pendakwah Arah, yang akhirnya menjadikan 65 % warga Etiopia memeluk Islam. Situasi itulah yang mulai memunculkan ketakutan pada pihak Gereja Eitopia yang kemudian menganggap Muslim sebagai ancaman utama terhadap keberadaan mereka.
Pada abad ke-16 dan awal abad ke-17, Negara Islam ADAL diumumkan oleh para etnis Somalia dan Arab dipimpin oleh Ahmed Guray. Ahmad Guray atau Ahmed Gran di Etiopia, yang keturunan Arab, memimpin perang melawan Abyssinia dan mengalahkan mereka. Ahmed Guray bahkan menangkap lebih dari 50 % warga dataran tinggi Etiopia, sehingga mempercepat penambahan jumlah warga Etiopia yang memeluk Islam. Ahmed sendiri mendapat dukungan dari Kaisar Ottoman, Turki dan Raja Saeed Barqash dari Kesultanan Oman.
Perasaan negatif Gereja Etiopia terhadap Muslim meningkat sangat tajam, dan setelah mereka gagal menghentikan Ahmed Guray beserta pasukkannya, mereka mendesak Portugal mengirim bantuan. Ahmed Guray terus menambah daftar kemenangan atas pasukan Abyssinian selama dua dekade. Namun ia terbunuh dalam pertempuran melawan pasukan Portugis yang datang untuk membantu Etiopia. Sang Janda Ahmed, bernama Bati Del Wambara mengambil alih kepemimpinan kerajaan ADAL dan meneruskan kampanye peperangan terhadap Kristen Etiopia.
Markas besar ADAL sendiri terletak di kota Zayla, kota pantai yang menghubungkan Djibouti dan Tanah Somalia. ADAL sempat ambruk sesaat setelah kematian Ahmed Guray. Situasi itu memberi kesempatan Etiopia untuk merebut kembali tanah yang hilang tanpa banyak perlawanan


3. Kelebihan dan Tantngan Dakwah di Afrika
a.      Kelebihan Dakwah di Afrika
I.                   Politik
            Dalam bidang politik tersebut, di Afrika banyk juga tokoh muslim yang menduduki jabatan tetinggi di negaranya. Sebut saja seperti Muammar Khadafi, yakni beliau sebagai pemimpin muslim konteporer Libya banyak berubah setelah Muammar Khadafi menguasai politik libya. Dimana sistem monarik di gati menjadi anakronisme politik.
            Revolusi Khadfi dianggap sebagai salah satu conyoh paling awal dalam pembaharuan politik Islam, sejak Libya merdeka pada tahun 1960 selain dari Khadafi juga ada. Pemimpin negara Ghabon serta negara lainnya di Afrika , sehingga hal tersebut smakin memudahkan penyebaran ajaran Islam di benua Afrika
            Keputusan paling awal rezim ini menyangkut masalah  referensi nasionalis dan isam, serta aturan aturan subtansi. Diantaranya diberlakukan kembali hukum pidana atas Al qur’an serta pelanggaran alkohol dan klub malam mengindikasikan pengakuan terbuka terhadap islam sebagai kekuatan pembimbing dalam kekuatan politik negara.
II.                .Ekonomi
            Afrika selatan adalah sebuah negara maju dengan [enduduk yang berpendapatan sederhana. Negara ini kaya dengan bahan bahan tambang, terutama yang bernilai tinggi sperti, emas, platinum dan berlian. Ia juga mempunyai sistem keuangan, perundangan, telkomunisasi, energi infrastruktur yang maju dan moderen. Dengan kekayaan yang di miliki Afrika tersebut, semakin membuat hubungan antara Afrika dengan negara negara islam di luar benua Afrika lebih dekat untuk mejalankan dakwah di Afrika tersebut.

b.      Tantangan  Dakwah di Afrika
            Didalam melakukan dakwah   islam tentunya akan banyak mengalami tantangan dan hambatan yang akan di hadapi. Bgitu pula dengan dakwah yang dilakukan oleh para juru dakwah yang ada di benua Afrika.
            Berbagai negara di Afrika pun menyampaikan kndisi dan tantanga dakwah yang mereka hadapi di benua itu. Negara negara di Afrika umumnya menghadpi tantangan dalam pengembangan pendidikan Islam dan membutuhkan bantuan kemanusiaan. Para misionaris islam ketika memasuki  benua Afrika menemukan fakta yang menejutkan yaitu sedemikian luasnya Islam di benua ini.
            Penyebaran Islam di Afrika tidak dilakukan secara sistematis oleh kaum muslimin dan para muballiqh Islam. Politik kolonialisme dan penjajahan terhadap berbagai wilayah Afrika oleh Belgia, Portugis, Prancis, dan Inggris dalam waktu yang sangat lama memberikan kesempatan yang luas bagi para misionaris untuk menyebarkan ajaran Kristen di benua ini.[7]
            Di Afrika terdapat banyak tantangan dakwah, yakni banyak misionaris dibawah yayasan Kristen, yang setiap tahun membagi bagi ratusan ribu Injil, buku buku, dan majalah secarah gratis untuk menyebarkan pemikiran Kristendi tengah pemuda dan remaja dan berbagai lapisan msyarakat lainya. Yayasan Emier merupakan salah satu contoh dari yayasan misionaris yang bertujuan untuk memuul Islam. Yayasan ini memiliki 13 penerbitan dan salah satu aktivitasnya adalah menerbitkan buku dengan gambar gambar yang menarik bagi anak anak. Dan juga yayasan ini melakukan mata mata dan melakukan campur tangan dalam urusan pemerintah.
            Akan tetapi, meskipun telah dilakukan upaya yang sangat luas oleh para misionaris Kristen serta telah digunakannya fasilitas dan keuangan yang sangat banyak dala proram misionaris itu,kenyataan menujikkan bahwah kelompok kelompok penyebaran agama Kristen tidak mampu mencapai tujuan tujuan mereka.

4.      Gerakan Islam di Afrika
1.Jamaah Ikhwanul Muslimin
            Jamaah Ikhwanul muslimin berdiri di kota Islamiyah, Mesir pada Maret 1928 dengan pendiri Hasan Al banna bersama keenam tokoh lainya, yaitu Hafiz Abdul Hamid, Ahmad al-Khusairi, Fuad Ibrahim, Abdurahman Hasbullah, Ismail Izz, dan Zaki al-Magribi. Ikhwanul Muslimin pada saat itu di pimpin oleh Hasan al Banna. Pada tahun 1930, Anggaran Dasar Ikhwanul Muslimiin di buat dan disahkan pada rapat Umum Ikhwanul Muslimin pada 24 September 1930. Pada 1932, struktur administrasi Ikhwanul Muslimin disusun pada tahun itu pula,IkhwanulMuslimin membuka cabang di Suez, Abu Showier, dan Al Mahmoudiyah. Pada tahun 1933, Ikhwanul Muslimin menerbitkan majalah mingguan yang di pimpin oleh Muhibuddin Khatib[8]
            Ikhwanul Muslimin merupakan organisasi Islam berlandaskan ajaran Islam. Ia ermerupakan salah satu jamaah dari beberapa jamaah yang ada pada umat Islam, yang memandang bahwa Islam adalah Dien (Agama), yang universal dan menyaluruh,bukan hanya sekedar agama yang mengurusi ibadah ritual (Shalat, Puasa, Haji, Zakat, dan lain lain) saja.Tujuan Ikhwanul Muslimin adalah mewujudkan terbentuknya sosok idvidu Muslim, rumah tangga islami, bangsa yang islami, pemerintah yang islami, negara yang dipimpin oleh negara negara Islam, mnystuhksn perpecahan kaum Muslimin dan negara negara mereka yang terampas, kemudian membawa bendra jihad dan da’wah kepada Allah sehingga dunia mendapatkan ketentraman dengan ajaran ajaranIslam Ikhwanul Muslimin menolak segala bentukpenjajahan dan monarki yang pro-Baarat.
            Dalam perpolitikan di berbagai negara, Ikwanul Muslimin ikut serta dalam proses demokrasi sebagai sarana perjuangannya, sebagaimana kelompok kelompok lain yang nengaku demokrasi. Contoh utamanya adalah Ikhwanul Muslimin di Mesir yang mengikuti proses pemilu di negara tersebut.

5.Gerakan Jihad
 Didirikan oleh Hasan Al Banna dari Mesir, di bnua tersebut juga ada Gerakan Jihad abad 18 dipimpin oeh para Ulama, Guru, Muballiq keliling, dan Pengikut mereka. Mereka mendapat ispirasi dari pembaharu dari Ulama militant seperti Al-Maghili.
            Selain dari dua gerakan yang ada seperti di atas tadi,juga masih ada beberapa gerakan Islam yang telah berkembang di benua Afrika, seperti kelompok Sufi, Jamaah Tabliq, dan Penganut mazhab Imam Maliki serta gerakan Islam lainnya yang semua menginginkan agar Islam dapat berkembang dan terus tumbuh di Benua Afrika.
  
6. Tokoh Tokoh Islam di Afrika

            Keberadaan Islam di benua Afrika telahmembuat penduduk Afrika semakin meningkat keinginan umat muslim yang ada disana untuk mendalami ajaran Islam. Selain itu juga muncul tokoh tokoh Islam yang menjadi pembaharu di benua Afrika. Diantara tokoh tokoh muslim yang ada tersebut diantaranya adalah sebagai berikut ini:

1.Al-Qalbisi
            Al-Qabisi nama aslinya adalah Abu al-Hasan Ali bin Muhammad Khalaf al Ma’rif al-qobisi, beliau lahir di daerah kairawan,Tunisia pada bulan rajab tahun 224 H/tanggal 13 Mei 936 M. Ia pernah merantau ke timur tengah selama 5 tahun, kemudian ia kembali ke negri asalnya dan meninggal dan dunia pada tanggal 3 Rabiul Awal 403 H/Tangga 23 oktober 1012 M.[9]

2.Muhammad Abduh
            Muhammad Abduh lahir di sebuah dusun di Delta sungai Nil pada tahun 1849, dan beliau meninggal pada 11 juli 1905. Keluarganya terkenal berpegang teguh pada ilmu dan agama. Sejak muda beliau sudah di kenal hafal Al qur’an, Muhammad Abduh adalah sajana pendidik dan mufti, theology, alim dan juga pembaharuan.[10]
Selain dari kedua tokoh diatas tersebut nasih banyak ulama serta pembaharu yang ada di Afrika. Seperti Sayyid Sabiq, yang mana beliau adalah ahli tafsir, Muhammad Rasyid Ridho, Hasan Al Banna , serta ulama terkenal sperti Ibnu Khaldun, yang terkenal sebagai ilmuan dalam bidang ekonomi, beliau berasal dari Tunisia, Afrika.

7. Monumen Islam Di Afrika
a.     Warisan Dunia Islam
Kota Kairouan sekarang merupakan bagian dari warisan dunia Islam dan pada tahun 2009 ditetapkan sebagai ibukota budaya dunia Islam. Seiring penaklukan Islam atas wilayah Afrika, Uqba bin Nafik, panglima pasukan Islam, menaklukkan Afrika Utara pada tahun 670 Masehi dan mendirikan kota Kairouan di Tunisia. Dia membangun kota itu dengan tujuan untuk menempatkan kaum Muslim guna menyebarkan Islam di Afrika. Oleh karena itu, kota Kairouan merupakan batu pijakan bagi sejarah peradaban Islam di barat Arab.
Kairouan telah menjadi pusat peradaban dan budaya dari masa ke masa. Di antara ciri khas kota tersebut adalah pembangunan Baitul Hikmah sebagai universitas Islam pertama dan pusat berkumpulnya para pemikir dan ulama besar dunia. Banyak kegiatan ilmiah dan pemikiran terbentuk di tempat itu, bahkan Syeikh Sahnun ibn Said ibn Habib at-Tanukhi dan Malik ibn Anas serta mayoritas ulama lain mengenyam pendidikan di Baitul Hikmah. Sebagaimana Cordoba di Andalusia dan Fas di Maroko dikenal sebagai pusat ilmiah Muslim, Kairouan juga termasuk pusat ilmiah yang pertama di Afrika dan memainkan peran kunci di bidang pengajaran dan pendidikan serta penyebaran ilmu agama.

b.     Masjid Pertama di Afrika
Pada awalnya, masjid ini terbilang sangat kecil dan atapnya hanya ditopang oleh tiang-tiang yang tegak lurus. Namun sesuai dengan perkembangan zaman, bangunan suci ini diperluas dan mengalami perubahan signifikan. Bentuk luar masjid itu terlihat seperti sebuah benteng yang memagari sebuah area.
Masjid Agung Kairouan adalah salah satu monumen Islam yang paling mengesankan dan terbesar di Afrika Utara. Akan tetapi, tak lama setelah pembangunannya, masjid ini hancur selama pendudukan Berber atas kota Kairouan dan kemudian dibangun kembali oleh Hasan bin Nukman al- Ghassanid pada tahun 703. Masjid dibangun kembali dengan tiang-tiang beton yang ditancapkan ke bumi dan pondasi yang kokoh.
c.      Peninggalan tempat pendidikan
Selain masjid, ada juga Pusat Studi Islam Kairouan yang didirikan pada tahun 1988. Lembaga publik ini diawasi oleh Departemen Pendidikan Tinggi Tunisia. Pusat ini berfungsi antara lain, menegaskan peradaban Islam dan kontribusinya terhadap kemanusiaan di berbagai bidang, melakukan penelitian di bidang ilmu-ilmu Islam, memberikan kontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan promosi studi Islam, memberitahukan hasil penelitian dan mempublikasikan riset, mengumpulkan naskah-naskah yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan Islam dan menyediakan indeksasi komputerisasi, menjalin kerjasama dengan pusat penelitian lain, serta merencanakan pertemuan ilmiah dan konferensi dunia
Setelah masuknya Islam di Afrika, kota Kairo diMesir berkembang menjadi pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan di Afrika. Di Kairo, Universitas –Azhar didirikan pada tahun 972 oleh Jauhar al-Katib as-Siqqili. Universitas Ali menerbitkan surat kabar al-Waqa’ al-Misriyah. Disamping itu, Islam juga meninggalkan monumen-monumen besar seperti al-Qasr al-Garby, al-Qasr asy al-Syarqiy, Baba an-Naqi, dan Bab al-Fath.

Daftar Pustaka
Badri, Yatim, Sejarah Peradaban Islam:1993. Rajawali Press, Jakarta
Lapidas, M ira, Sejarah Sosial Umat Islam. Jakarta, PT.Raja Grafido Persada, 1999
Munir Amin, Syamsul,  Sejarah peradaban Islam, Jakarta, Amzah, 2009
Suwito dan Fauzan, Sejarah Sosial Pendidikan Islam. Jakarta, Kencana Perdana Media, 2008
Berita Islam masa kini, Sejarah islam di benua afrika, TransTV, 2015


0 komentar:

Posting Komentar